Mobil dites
 Toyota Avanza Veloz 1.5 MT
 1.495 cc/104 dk ……………………………………… Rp 170,7 juta
 Nissan Grand Livina 1.5 SV MT
 1.498 cc/109 dk ……………………………………… Rp 169,5 juta

Dengan semboyan “sensation of unique ride” Toyota Avanza Veloz meluncur dengan gagah kehadapan publik. Mimpinya sebagai flagship adalah menawarkan sebuah pilihan yang sporty dan kaya fitur kepada konsumen di segmen seven seater 1.500 cc di negara ini. Sub-brand ini sebenarnya merupakan penerus dari Avanza tipe S di generasi sebelumnya.

Harga penetrasi Avanza Veloz dipasang oleh Toyota berada di Rp 170,7 juta untuk yang bertransmisi manual 5-speed dan Rp 180,2 juta buat tipe otomatis 4-speed. Kalau dibanding dengan harga tipe S, telah terjadi kenaikan Rp 6,7 juta (manual) dan Rp 5,975 juta (otomatis).

Sebagai penghuni strata tertinggi di klan Avanza, Veloz dibekali beberapa kelebihan. Konsep V-shape di depan menjadi pembeda utama dengan anggota keluarga yang lain. Begitu juga dengan desain bumper depan-belakang, side skirt, fog lamp garnish dan outer mirror yang lebih sporty dari Avanza tipe lainnya.

Untuk kabin Avanza Veloz dibekali dasbor kombinasi berkelir dua warna “black and grey”. Konsol tengahnya terdapat head unit terintegrasi yang bisa memutar CD dan mengolah sinyal eksternal via USB dan Aux-in. Semua itu bisa dikontrol pengemudi via setir multifungsi.

Cukupkah itu semua mampu menggoda banyak konsumen? Soalnya, di rentang harga Rp 170-180 juta terdapat beberapa mobil yang tak kalah genit dan menarik dibanding Avanza Veloz. Salah satunya adalah keluarga Nissan Grand Livina (GL) 1.5.

Persaingan paling keras bakal datang dari Grand Livina. Soalnya, mereka mempunyai tipe SV yang harga jualnya Rp 169,5 juta (manual) dan Rp 179,5 juta (otomatis). Yup, kedua lebih murah Rp 1,2 juta dan Rp 700 ribu ketimbang Avanza Veloz.

Tipe 1.5 SV merupakan salah satu varian entry level di keluarga Grand Livina. Dengan harga yang bersahabat ini SV bukanlah mobil yang berlimpah fitur. Tidak ada ABS, EBD, keyless entry dan anti-theft system. Head unit single DIN dan tanpa setir multifungsi.

Namun, performa mesin HR15DE yang dibekali teknologi katup dan intake variabel bisa jadi bahan pertimbangan lain. Belum lagi karakter suspensi dan aspek fun to drive khas Nissan jelaslah bukan godaan yang mudah diabaikan.

Inilah yang membuat pertarungan antara Avanza Veloz dan Grand Livina SV sangat elok ditonton. Ladies and gentlemen, let’s get ready to rumble!

Sepak terjang Toyota Avanza memang layak disimak. Bisa dibilang Avanza bukan sekadar berita, tapi lebih dari itu. Tengok saja, hampir seluruh perhatian tertuju pada sosok anyar Avanza generasi kedua awal November lalu.

Avanza begitu istimewa. Tidak berlebihan kalau Toyota begitu memelihara pasar kelas ini. Varian Veloz menjadi line-up Avanza di Pasar ini.

Veloz merupakan Avanza yang telah dibekali mesin 1.495 cc yang notabene sama dengan pendahulunya tipe S. Secara matematis, Veloz tidak berbeda jauh dengan pendahulunya.

Hanya saja settingan segar serta adopsi sejumlah fitur penunjang lain justru membuat performa Avanza kian terdongkrak dalam hal ini. Mulai dari geometri suspensi hingga adopsi Electric Power Steering (EPS) menjadi kebaruan Avanza anyar ini.

Utamanya, soal kehematan bbm. Avanza sebelumnya hanya terpaku pada angka 12 hingga 13 km/l, tapi kini Veloz kian bertaji. Kehematan pada jalan bebas hambatan, Veloz mampu menembus angka 15,26 km/l. Ini merupakan berita baik bagi pemilik Avanza terbaru.

Demikian pula soal performa lainnya, yakni akselerasi. Toyota kian percaya diri. Laju 0 – 100 km/jam, mampu dibukukan Veloz dalam tempo 11,77 detik atau relatif sama dengan Nissan Grand Livina engan transmisi serupa. Sekali lagi, peningkatan dari para teknisi Toyota sukses mendongkrak itu.

Masuk interior, suasana segar menyergap. Fitur dan kelengkapan fitur Veloz menjadi yang terlengkap di line-up Avanza. Tombol audio di kemudi dan input audio via auxiliary dan USB port serta MID, telah menjadi kelengkapan standar. Toyota mampu mengungguli Grand Livina pada poin ini.

Keunggulan Toyota kian berlanjut. Desain serta laci penyimpanan di setiap baris bangku makin menambah poin ini dalam hal kepraktisan di samping mampu mengakomodasi penumpang dan barang sama baiknya. Singkatnya, Toyota mampu membaca kebutuhan segmen kelas ini plus inovasi yang diaplikasikan di Veloz.

Dengan sederet inovasi dan penyegaran pada Avanza generasi kedua ini sudah mampu berjaya di kelas ini. Atau setidaknya, Avanza mampu menantang Grand Livina dalam kontes ini?

 Poin UtamaModel
Inilah model terbaru Avanza generasi kedua sejak kelahirannya di 2004. Eksteriornya benar-benar segar. Tidak hanya bagian depan, desain aerodinamika mendapat perhatian. Bila sebelumnya coefficient of drag 0,36, kini kian membaik menjadi 0,32 sehingga lebih aerodinamis.

Performa
Meski masih mengadopsi mesin sebelumnya, namun seting serta adopsi fitur penunjang lainnya menunjang performa. Setidaknya performa akselerasi dan konsumsi bbm-nya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Fitur
Toyota memanjakan Veloz dengan sederet fitur dan kelengkapan pada transporter ini. Tombol audio di kemudi dan input audio via auxiliary dan USB port serta MID, hadir di Veloz ini.

Nissan Grand Livina 1.5 SV MT

Nilai lebih yang dimiliki Grand Livina 1.5 SV bertarnsmisi manual (GL SV) dari rivalnya ini ada pada handling dan bantingan suspensi. Sistem peredam kejut dan sasis monokok mobil ini bisa memanjakan penumpang dan pengemudi. Bantingan empuk bisa diraih tanpa mengorbankan stabilitas berkendara.

Untuk akselerasi pencapaian GL SV dan Avanza Veloz sama. Keunggulan mobil ini di bagian performa terletak di konsumsi bbm. Untuk rute dalam kota bisa mencapai angka 11,4 km/l sedang buat tol mampu meraih 28,1 km/l. Avanza Veloz kalah 12,6 km/l di tol dan 2,3 km/l di dalam kota. Hal ini sangat dimungkinkan, lantaran Grand Livina mengadopsi penggerak depan dengan final gear cukup halus, sehingga power loss dari mesin ke roda kian tereduksi.

GL SV memang sangat memanjakan pengemudi. Sangat menyenangkan berkendara bersamanya di jalanan perkotaan yang padat atau rute pegunungan yang berliku. Stabilitas selalu hadir setiap saat. Namun untyuk uruisan tenaga diputaran rendah, ia harus mengakui Avanza Veloz.

Dalam soal menambah kapasitas bagasi Grand Livina lebih baik dari Avanza Veloz. Jok baris ketiga bisa dilipat rata dengan lantai. Kalau masih kurang jok baris kedua pun bisa dilipat penuh setelah sebelumnya melepas head rest. Anda pun dapat ruang lapang dari belakang hingga tengah.

Sayangnya, jumlah saku yang dimiliki GL SV pun masih kalah banyak dengan Avanza Veloz. Misalnya ketidak hadiran tempat penyimpanan barang di bagian antara pengemudi dan penumpang depan. Atau jumlah cup holder di tiap pintu Avanza yang mampu mencapau 3 buah per pintu.

Akses masuk penumpang di bangku baris ketika menjadi hambatan berikutnya. Hanya mampu menggeser bangku baris kedua, membuat aksesnya terasa sulit. Hal ini dilakukan untuk mengejar lantai rata saat bangku baris kedua dan ketiga dilipat.

Begitu pula ada di bagian fitur. Sebagai varian entry, fasilitas yang dibawa GL SV sangat terbatas. Pengemudi harus puas dengan head unit 1-DIN dan setir tanpa tombol audio, spion manual serta tidak hadirnya sistem rem ABS.

Poin utama

Mesin
Dapur pacu HR15DE yang telah dilengkapi teknologi katup dan intake variabel sangat andal. Responsnya bagus dan menyediakan tenaga di setiap putaran mesin.

Harga
Dengan harga di bawah Rp 170 juta sudah bisa mendapat mobil yang nyaman dikendarai. Terlebih lagi GL SV itu stabil dan punya konsumsi bahan bakar yang irit.

Stabil
Bantingan suspensi empuk tapi tidak mengorbankan stabilitas. Mobil sangat enak diajak bermanuver di berbagai kondisi jalan.

Kesimpulan

Pertarungan Kunci: Mesin dan tenagaSecara fungsional, baik Toyota Avanza Veloz dan Nissan Grand Livina memiliki kesamaan. Mampu mengakomodasi 7 penumpang dan kapasitas mesin serupa, 1.500 cc dengan 4 silinder berteknologi katup variabel.

Nissan punya cara sendiri untuk memaksimalkan performa mesinnya. Bahkan mesin HR15DE yang telah dilengkapi teknologi katup dan intake variabel sangat mumpuni. Kombinasi tenaga mesin dengan rasio gigi transmisi memberi kontribusi pada performa secara keseluruhan.

Tapi Toyota memiliki keungulan pada tenaga di putaran rendah berkat penggerak belakang dan perbandingan gigi yang diusungnya. Meski torsi dan tenaga lebih kecil dari Grand Livina, namun ia lebih cocok untuk kondisi ‘stop and go’.

 Backseat driver
 Siapa punya varian dress-up?Toyota Avanza Veloz tidak memiliki varian dress-up alias yang sudah didandani. Bahkan original accessories-nya belum diproduksi Toyota. Sementara Grand Livina 1.5 memiliki versi Autech Highway Star yang harganya mencapai Rp 200,1 juta (manual) dan Rp 210,1 juta (otomatis).

Siapa yang variannya paling banyak?

Untuk Toyota Avanza Veloz hanya tersedia tipe transmisi manual dan otomatis saja. Namun, kalau dilihat dari tipe mesin (1.500 cc) bisa ditambah tipe 1.5 G MT yang harganya Rp 165,3 juta. Sedangkan Nissan Grand Livina 1.5 memiliki tipe S, SV, XV, Ultimate dan Highway Star dengan pilihan transmisi manual dan matik.

abel penilaian
 Avanza Veloz  Grand Livina
 Kenyamanan*  7 8
 Fitur*  8  4
 Desain Eksterior  8  8
 Desain interior  8  7
 Kepraktisan*  8  7
 Pengendalian  7  8
 Harga*  7  8
 Akomodasi*  8  7
 Performa  7  8
 Fun to drive  7  8
DATA TES
 Grand Livina 1.5 SV  Avanza Veloz 1.5 MT
 Harga  Rp 169,5 juta  Rp 170,7 juta
 Panjang/wheelbase  4.420 mm/2.600 mm  4.140 mm/2.665 mm
 Lebar/tinggi  1.690 mm/1.595 mm  1.660 mm/1.695 mm
 Mesin/kapasitas  4 silinder/1.498 cc  4 silinder/1.495 cc
 Tenaga maksimum  109 dk/6.000 rpm  104 dk/6.000 rpm
 Torsi maksimum  148 Nm/4.400 rpm  136 Nm/4.400 rpm
 Transmisi  5-speed manual/FWD  5-speed/RWD
 Kapasitas tangki  52,4 liter  45 liter
 Bobot  1.230 kg  N/A
 0-100 km/jam  11,7 detik  11,77 detik
 60-80 km/jam  3 detik  3.3 detik
 80-100 km/jam  3,4 detik  5,32 detik
 100-120 km/jam  5,4 detik  8,95 detik
 Konsumsi BBM tol/dalam kota/komb.  28,1/11,4/14,9 km/l  15,26/9,14/12,2 km/l
 Pengereman 100-0 km/jam  46,2 m  N/A
 ABS/EBD/BA  tidak/tidak/tidak  ada/tidak/tidak
 Remote kunci/Alarm/Sensor parkir  ada/ada/ada  ada/ada/ada
 Setir/tilt steering/power steering  3-spoke/ada/EPS  3-spoke/ada/EPS
 Bahan jok/sliding seat 2nd row  fabric/ada  fabric/ada
 Headrest 2nd row/headrest 3rd row  ada/ada  ada/ada
 Safety belt 2nd row/ 3rd row  ada/tidak  ada/ada
 AC depan/Double blower  ada/tidak  ada/ada
 Pelek Alloy/size  ada/15 inci  ada/15 inci
 Spion elektrik/lipat elektrik  tidak/tidak  ada/ada
 Audio CD/MP3/WMA  ada/ada/ada  ada/ada/ada
 iPod/Aux-in/changer  tidak/tidak/tidak  tidak/ada/tidak
 Foglamp depan/belakang  tidak/tidak  ada/tidak
 Mesin/Performa  * * * * * * * * * *
 Ride/handling * * * * *  * * * *
 Fitur  * * *  * * * * *
 Desain  * * * *  * * * * *
 Value For Money  * * * * *  * * * * *
Peringkat Akhir
  1  Toyota Avanza Veloz 1.5 MT
 (+)Fitur, kepraktisan, akomodasi
 (-) performa, pengendalian, kenyamanan
   2  Nissan Grand Livina 1.5 SV MT
 (+) Kenyamanan, pengendalian, performa
 (-) Fitur, interior, kepraktisan

Kesimpulan

Konsumen yang mengkonsumsi mobil di bawah Rp 200 juta umumnya sangat pemilih dan kritis. Mereka menghitung betul besarnya uang yang dikeluarkan dengan nilai yang didapat. Perspektif tersebut kami pegang betul dalam Tes Jalan kali ini.

Makanya yang menjadi kampiun adalah Toyota Avanza Veloz. Betul ia lebih mahal Rp 1,2 juta dari Nissan Grand Livina, tapi fitur yang didapat konsumen lebih melimpah dan terlihat lebih mewah. Lihat saja aplikasi ABS, head unit terintegrasi, setir multifungsi, AC double blower, dll.

Walau tipis, akomodasi dan kepraktisan pun Avanza Veloz unggul dari Grand Livina SV. Atap yang lebih tinggi, akses masuk lebih mudah dan banyaknya “saku” yang dimiliki Avanza Veloz menjadi kartu truf di pertarungan ronde ini.

Hanya saja, Anda mesti rela mengorbankan faktor performa dan kenyamanan. Konsumsi bbm Grand Livina masih lebih unggul ketimbang sang penantang. Bantingan suspensi dan handling pun Grand Livina lebih jumawa dari Avanza Veloz. Namun improvement yang dilakukan Toyota sudah sedikit membantu terutama di sektor suspensi dan performa mesin dibandingkan pendahulunya.

Copy :  http://www.autobildindonesia.com/read/2011/12/12/4988/23/11/ED-225-FLAGSHIP-VS-ENTRY