PEMAKAIAN BAHASA PROKEM SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DI KALANGAN REMAJA

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang dipakai oleh bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang halus yang mengandung arti  bahasa yang baik Akan tetapi penggunaan bahasa Indonesia sekarang dikalangan remaja tidaklah seperti kita bayangkan. Dikarenakan penggunaan bahasa Indonesia mereka yang nonformal, tidak baku serta mencampur adukkan kedua bahasa antara Indonesia-inggris, sehingga menyulitkan kalangan dewasa untuk mengerti maksud dan tujuan dari bahasa yang mereka gunakan.Bukan hanya menggunakan bahasa tidak baku, mereka juga menciptakan bahasa mereka yaitu bahasa gaul, bahasa gaul ini adalah bahasa yang mempelesetkan bahasa baku.

(http://wismasastra.wordpress.com/2009/05/25/apa-bahasa-itu-sepuluh-pengertian-bahasa-menurut-para-ahli/)

Dewasa ini adaanya bahasa gaul yang sedang trend di kalangan remaja, salah satunya ialah bahasa prokem atau bahasa sandi. Bahasa prokem ini mengalami pergeseran fungsi dari bahasa rahasia menjadi bahasa pergaulan anak-anak remaja. bahasa pergaulan anak-anak remaja ini merupakan dialek bahasa Indonesia non-formal yang terutama digunakan di suatu daerah atau komunitas tertentu  biasanya dikalangan homo seksual, waria, hingga preman.

Bahasa ini awalnya digunakan oleh kalangan preman untuk berkomunikasi satu sama lain secara rahasia. Agar kalimat mereka tidak diketahui oleh kebanyakan orang, mereka merancang kata-kata baru dengan cara antara lain mengganti kata ke lawan kata, mencari kata sepadan, menentukan angka-angka, penggantian fonem, distribusi fonem, penambahan awalan, sisipan, atau akhiran.

(Sumber : http://indonesiabuku.com/?p=809

)

1.2 Perumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan penelitian adalah :

(1.2.1) Mengetahui pemakaian Bahasa Prokem yang dijadikan alat komunikasi dikalangan remaja, serta dampaknya pada pembendaharaan Bahasa Indonesia.

(1.3.2) Mengukur perbedaan yang terdapat pada Bahasa Prokem & Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mengetahui kerusakan yang terjadi.
(1.3.3) Mengetahui bahasa trend lainya yang ada dikalangan remaja.

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan, untuk :

(1.3.1) Mengetahui pemakaian Bahasa Prokem yang dijadikan alat komunikasi dikalangan remaja, serta dampaknya pada pembendaharaan Bahasa Indonesia.

(1.3.2) Mengukur perbedaan yang terdapat pada Bahasa Prokem & Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mengetahui kerusakan yang terjadi.

(1.3.3) Mengetahui bahasa trend lainya yang ada dikalangan remaja.

1.4 Manfaat Penelitian

(1.4.1) Memberikan informasi kepada pembaca bagaimana bentuk bahasa trend yang ada di kalangan remaja khususnya Bahasa Prokem.
(1.4.2) Mengetahui Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan mengetahui bahasa trend remaja khususnya Bahasa Prokem.
(1.4.3) Mengetahui bahasa Prokem sebagai alat komunikasi diantara remaja dan dialeg-dialeg bahasa prokem.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Hakikat Bahasa Prokem

Bahasa prokem adalah bahasa sandi, yang dipakai dan digemari oleh kalangan remaja tertentu. Bahasa prokem digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja sekelompoknya selama kurun tertentu. Sarana komunikasi diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok usia lain atau agar pihak lain tidak dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakannya. Bahasa prokem itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan latar belakang sosial budaya pemakainya. Hal itu merupakan perilaku kebahasaan dan bersifat universal. Bahasa ini konon berasal dari kalangan preman.

2.2 Pemakaian Bahasa Prokem

 

Bahasa Prokem hanya digunakan para remaja yang suka iseng dan tidak mau berprestasi, bahasa yang tidak komunikatif merupakan gejala bersifat sementara dan cenderung menghambat upaya pembakuan bahasa Indonesia. Jika bahasa prokem ini dianggap mulai timbul dari kaum remaja yang iseng, dari mana masyarakat umum memahami bahasa prokem? ternyata bahwa bahasa prokem ini justru mulai digunakan warga masyarakat pada saat munculnya tukang copet, tukang jambret, perampok, pembunuh, dan pekerjaan lain yang menjurus kearah kriminalitas.

Dikatakan bahwa mereka ini yang sering sebagai orang preman-selalu berkomunikasi dengan orang lain yang seprofesi dengan menggunakan sejenis bahasa yang digunakan secara sembunyi-sembunyi. Bahasa ini kemudian dianut oleh pemuda dan remaja putus sekolah. Kelompok yang kemudian tertarik untuk mempelajarinya adalah para remaja yang masih sekolah, baik disekolah-sekolah lanjutan tingkat pertama, maupun sekolah lanjutan tingkat atas, bahkan ada yang masih duduk dibangku sekolah dasar atau sudah di perguruan tinggi.

2.3 Wujud Bahasa Prokem

Tidak ada orang yang dapat menjelaskan secara tepat bagaimana wujud bahasa prokem pada waktu timbul pertama. Namun nama bahasa ini disebut “bahasa prokem”, berawal dari bentuk olahan awal bahasa ini adalah penyisipan-ok-,antara lain seperti yang terlihat pada nama bahasa itu : ‘prokeman’, lalu mengalami gejala apokot dengan lenyapnya bunyi akhir menjadi prokem.

 

Kalau kita perhatikan kosakata bahasa prokem sampai pertengahan dekade 80, tampak bahwa sebagian kata-katanya diolah dengan memberi sisipan -ok-. Awalnya bahasa prokem ini muncul tidak ada yang tau pasti. Namun hasil data dapat disimpulkan bahwa kosakata yang diolah dengan cara ini merupakan salah satu rumus yang memegang peranan yang sangat penting, melihat besarnya kosakata seperti ini disekitar 30 %.

 

Disamping itu remaja ini cenderung mencampuradukkan segala macam pola kedalam bahasa prokem seolah-olah mau menganggap bahwa segala macam bentuk yang tidak baku merupakan bahasa prokem. Kosakata suatu bahasa senantiasa mencerminkan keadaan lingkungan, sikap hidup, serta alam pikiran para penuturnya. Sebagian besar kata berhubungan dengan keadaan sekitar dan kehidupan penuturnya sehari-hari.

 

Hal yang sangat berlaku terhadap bahasa prokem ini. Kosakata yang timbul dahulu lebih menjurus kearah dunia hitam (dunia pencuri, pencopet, penodong, dan perampok). Boleh dikatakan bahwa kaum preman sama sekali tidak mau menghiraukan masalah-masalah dan hal-hal di luar lingkungan kehidupan mereka. Sebagian besar kosakata menggambarkan orang-orang serta barang-barang sasaran, tempat, serta lingkungan sasran, dan khalayak serta petugas keamanan yang justru menjadi penghambat dalam melaksanakan kegiatan mereka.
( http://pbsindonesia.fkipuninus.org/media.php?module=detailartikel&id=9 )

 

 

2.4 Contoh Kosa Kata Bahasa Prokem

 

1.ALAY

Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak.
2.KOOL
Sekilas cara membacanya sama dengan “cool” (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay.
3.LEBAY
Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata “berlebihan”. Kata ini populer di tahun 2006-an.

4.JAYUS
Artinya lawakan atau tingkah laku yang maunya melucu tapi tidak lucu. Istilah Jayus populer di tahun 90-an dan masih sesekali digunakan di masa kini.
5.GARING
Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”. Awalnya kata-kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun karena banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) lalu kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian dipakai mereka dalam beberapa kesempatan.

6.GANDENG
Kata ini pun merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “berisik”. Sama seperti garing, kata ini dibawa dan dipakai oleh para mahasiswa luar Jawa Barat yang sempat kuliah di tanah Parahyangan itu.

7.BEGICHU / BEGICYU

Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir).

8.MENEKETEHE
Kata ini sebenarnya berasal dari kata “Mana Kutahu” dan diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000-an, di acara Extravaganza TransTV.

9.CING
Kata ini sudah digunakan sejak tahun 1970-an. Biasa digunakan sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, “Mau ke mana, Cing?”

10.EMBER
Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang.

11.YIUK….!!
Kata ini sempat populer di awal tahun 90-an dan sering digunakan oleh Lenong Rumpi. Di awal tahun 2000an, kata ini kembali populer sejak digunakan oleh Indra Birowo dan Tora Sudiro di acara Exravaganza. Karena sering digunakan saat mereka berperan sebagai bencong, maka kata ini identik dengan panggilan kaum waria / bencong.

12.BONYOK
Kata ini merupakan singkatan dari bokap (ayah) dan nyokap (ibu) merupakan istilah yang telah populer sejak tahun 80-an dan masih digunakan hingga hari ini.
13.BISPAK
Merupakan singkatan dari kata “Bisa Pakai”. Kata ini mulai populer di pertengahan 90-an, dan biasanya digunakan sebagai kode rahasia untuk menyebutkan wanita / pria yang bisa “dipakai”.

14.AKIKA
Merupakan sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90-an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.

15.SUTRALAH
Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata “Sudahlah”. Kata ini juga dipopulerkan oleh kaum waria dan mulai populer di tahun 90-an akhir.
16.SEMOK
Berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Montok”. Kata ini belakangan sering digunakan orang untuk menggambarkan wanita yang cantik dan seksi.

17.LOL
Kata ini belakangan ini sering dipakai, terutama dalam komunikasi chatting, baik di YM, FB, Twitter, atau pun komunitas yang lain. Kata itu merupakan singkatan dari Laugh Out Loud yang berarti “Tertawa Terbahak-bahak”.

18.CENGLI
Merupakan kata dari bahasa Hokkian yang berarti “Bertindak Adil”. Kata ini lazim digunakan masyarakat perantauan Tionghoa dari suku Hokkian. Karena sering digunakan dalam percakapan bisnis, maka lama-kelamaan menjadi umum.

19.WIL dan PIL

Merupakan singkatan dari Wanita Idaman Lain dan Pria Idaman Lain. Sering digunakan dalam penulisan di majalah-majalah awal 2000-an. Kedua kata itu biasa digunakan untuk menjelaskan wanita atau pria simpanan / selingkuhan.

20.AJIB :
Artinya Enak, Asyik, atau Klabing. Kata ini mulai populer di tahun 90-an tatkala musik trance dan narkoba jenis sabu-sabu mulai popular. Istilah ini diambil dari suara hentakan tempo musik trance yang bunyinya “Ajib, ajib…. ajib, ajib….”.

21.ANJELO
Merupakan singkatan dari Antar Jemput Lonte. Konon kata ini digunakan sekitar tahun 2000-an untuk menyebut tukang ojek yang menjadi langganan para penjaja cinta.

22.JABLAY
Kata ini dipopulerkan oleh Titi Kamal saat menyanyikan lagu berjudul sama dalam film Mendadak Dangdut (2006). Merupakan singkatan Jarang Dibelai yang mengandung arti lebih jauh sebagai ungkapan hati seorang wanita yang jarang mendapatkan belaian kasih sayang kekasihnya.

23. GETHO LOH..

Kata ini berarti “Demikian / Begitu.” Kata ini cukup terkenal di tahun 2007, karena sering digunakan oleh para penyiar radio setiap kali selesai menjelaskan sesuatu. Kata ini makin populer manakala sering digunakan dalam berbagai percakapan yang bernada jenaka di berbagai acara televisi.

24. BELAH DUREN

Berasal dari istilah yang digunakan dalam lagu dangdut berjudul sama yang dinyanyikan oleh Julia Perez, kata “Belah Duren” merupakan istilah yang ditujukan buat para pengantin muda yang menikmati malam pertama. Belakangan kata ini mengandung makna ajakan untuk melakukan ML (Making love).

25.SECARA :
Kata ini sebenarnya adalah bahasa Indonesia, yang bermakna “Adalah”. Namun kata ini menjadi populer di tahun 2006-an di kalangan siswa-siswi SMU yang menggunakan kata ini sebagai kata ganti “Karena / Soalnya”.

26. SEGEDE GAMBRENG :

Kata “gambreng” berasal dari suitan anak-anak (hompimpah alaihum gambreng), yang menunjukkan siapa yang menang dalam suitan tersebut. Belakangan, sekitar tahun 2007-an, kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang besar sekali.

27. SEGEDE GOBLOK

Mirip dengan ungkapan “Segede Gambreng”, kata “Segede Goblok” menunjukkan sesuatu yang besarnya luar biasa dan – sakin besarnya – jadi gak masuk akal.

28. JUTEK

Berasal dari kata yang sering digunakan oleh para PSK di awal tahun 2000-an untuk menggambarkan pria yang sombong dan jarang tersenyum.

29. BT / BETE

Merupakan singkatan dari Boring Total. Kata ini sudah lama digunakan oleh para mahasiswa yang bosan dengan program perkuliahan mereka. Kata ini mulai populer dan digunakan di awal tahun 2000-an.

30. KAMSUD

Merupakan pembalikan konsonan kata “Maksud”.

31. KATROK

Orang kampung/orang desa. Kata ini dipopulerkan oleh Tukul Arwana saat membawakan acara Empat Mata sekitar tahun 2007-an. Kata ini kemudian menjadi bahasa umum untuk menggambarkan orang yang norak banget.

32. PRIKITIU

Adalah celutukan yang ditujukan pada pasangan yang tertangkap basah melakukan perselingkuhan. Adalah Sule, seorang komedian lokal, yang melontarkan celutukan nakal yang kini menjadi bahasa pergaulan itu.

33. CUMI Merupakan singkatan yang mengandung banyak arti. Awalnya kata ini dipopulerkan oleh sebuah produk kartu telpon seluler di tahun 2008-an.

 

34. KRIK

Adalah suara jankrik. Istilah ini biasaya digunakan dalam pembicaraan di dunia maya, untuk menggambarkan kondisi yang sangat garing / tidak lucu. Kata ini berasal dari adegan film-film kartun yang sering menampilkan suasana hening – dengan latar belakang suara jengkrik – mana kala seseorang bercanda namun tidak lucu.

35. GAYUS

Merupakan sebutan sindiran untuk orang yang gila uang dan berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara yang tidak halal. Ungkapan ini populer di awal tahun 2010 setelah seorang pejabat pajak negara bernama Gayus diciduk polisi lantaran ketahuan menilap uang negara.

36. MOGE

Awalnya kata ini merupakan singkatan dari Motor Gede dan dipopulerkan oleh kelompok penyuka motor gede tahun 2008 silam. Namun belakangan, kata itu diplesetkan banyak orang menjadi Motor Gelo yang ditujukan pada orang-orag norak yang suka bikin rusuh, mau menang sendiri dan bikin muak banyak orang.

37. NI YEE…

Kata ini sempat populer kembali sekitar medio 1990-1999. Saat ini masih dipakai, walau tidak seintens dulu.

38. BONEK

Singkatan dari kata Bondo Nekat yang berarti orang nekat yang gak bermodal apapun selain kemauan. Saat ini, kata ini juga digunakan untuk orang-orang nekat yang gak kenal rasa takut.

39. GUE

Adalah bahasa “resmi” yang kini banyak digunakan oleh kebanyakan orang (terutama orang dari Suku Betawi) untuk menyebut “Saya / Aku”. Kata ini merupakan bahasa Betawi yang telah digunakan secara luas, jauh sebelum bahasa prokem dikenal orang.

40. LO / LU

Sama seperti “Gue” kata ini pun sudah digunakan digunakan oleh Suku Betawi sejak bertahun-tahun lalu dan menjadi kata untuk menyebut “Anda / Kamu”.
(Sumber : http://google-contoh-bahasa-prokem.html)

2.5 Contoh Bahasa Prokem dalam SMS

Seiring perkembangan media komunikasi, bahasa prokem pun tidak lagi terbatas secara lisan, namun juga tulisan. Di media ini, prokem semakin pesat. Karena selain efektif dan hemat, juga membuat SMS kian menarik. Sama seperti prokem lisan, prokem di SMS pun sangat bervariasi. Ada berupa singkatan, akronim atau istilah-istilah baru yang diciptakan sendiri. Malah banyak juga berupa simbol-simbol tertentu. Berikut disajikan beberapa prokem SMS yang sering digunakan para remaja. Kamus SMS ini umumnya diadopsi dari bahasa Inggris, karena memang ekspresi-ekspresi dalam bahasa Inggrislah yang selama ini digunakan dalam sarana komunikasi SMS atau chatting di internet. Umumnya merupakan kependekan kalimat atau gabungan huruf awal dari kata yang dimaksud. Namun, ada juga yang dipadu dengan angka dan simbol. 

Contohnya :

B4 = Before (Sebelum)

BTW = By the way (Omong-omong)

Cm = Call me (Telepon aku)

Cu = See you (Sampai jumpa)

Cul = See you later (Sampai ketemu lagi)

Dk = Don’ t know (Tak tahu)

Dur? = Do you remember (Kau ingat?)

F2F = Face to face (Berhadapan)

GF = Girlfirend. (Pacar)

H8 = Hate (Benci)

H&K = Hugs and Kisses (Peluk cium)

IDK = I don’t know (Aku tak tahu)

ILU = I love you (Aku cinta kamu)

JSTCllMe = Just call Me (Telepon saja aku)

KC = Keep cool (Tetap tenang, jangan langsung marah, dst)

KIT = Keep in touch (hubungi aku terus)

L8 = Late (Telat, malam)

NC = No comment (Tak ada komentar)

O4U = Only for you (Hanya untukmu)

PCM = Please call me (Tolong telepon aku)

Pls = Please QT = Cutie (Orang yang Lucu, imut, keren)

RU? = Are you? (Kamu?)

RU OK? = Are you Ok? (Kamu baik-baik saja?)

SC = Stay cool (Tenanglah.)

SRY = Sorry (Maaf)

T+ = Think positive (Berpikir positif)

Thx = Thanks (Terima kasih)

U = You (Kamu) UR = You are (Kamu)

VRI = Very (Sangat)

W4u = Waiting for you (Menantimu)

X = Kiss (Cium)

Zzzz = Sleep (Tidur)

I = I`am (Saya)

(Sumber : http://www.wikipedia.com )

BAB III

PROSES PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan angket kepada beberapa remaja dan anak sekolah SLTP, SLTA sederajat yang berada di kota Medan dan sekitarnya.

3.1       Lokasi Penelitian

Lokasi Penelitian berada di kota Medan dan sekitar. Pemilihan narasumber ini dilakukan secara acak dan dengan jumlah yang terbatas.

3.2       Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 20 Maret sampai 23 Maret2010

3.3 Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa SLTP, SLTA dan narasumber yang berusia antara umur 18 tahun hingga 23 tahun yang berada di kota Medan dan sekitar.

3.4 Metode Penelitian

Metode penelitian ini adalah penelitian “Deskriptif”. Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis, sehingga dalam langkah penelitiannya tidak perlu merumuskan hipotesis. Dalam penelitian deskriptif, peneliti ingin mengetahui tentang :

(1)   Minat pelajar SLTP, SLTA untuk ingin tahu tentang bahasa Prokem dan bahasa trend lainya.

(2)   Banyaknya pelajar SLTP, SLTA yang memakai bahasa Prokem dan bahasa trend lainya.

(3)   Kapan dan dimana pelajar SLTP, SLTA memakai bahasa Prokem dan bahasa trend lainya.

(4)   Kesan pelajar SLTP, SLTA yang memakai bahasa Prokem dan bahasa trend lainya dalam berkomunikasi antar remaja.

 

3.5 Metode Pengumpulan Data

Agar diperoleh data penelitian yang baik maka diperlukan instrument yang dapat dipergunakan sebagai alat pengumpul data. Dalam penelitian ini ada 2 metode pengumpulan data yaitu

1. Metode Observasi (pengamatan).

2. Metode angket (Questionnaire).

 

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :

 

  1. Mewawancarai dan mengobservasi pelajar SLTPN, SLTAN yang memakai bahasa Prokem dan bahasa trend lainya dalam berkomunikasi antar remaja.
  2. Mencatat plus minus dari memakai bahasa Prokem dan bahasa trend lainya.
    dalam berkomunikasi antar remaja dan kehidupan sehari-hari.
  3. Mengambil data dari para pelajar yang memakai bahasa Prokem dan bahasa trend lainya dalam berkomunikasi antar remaja.
  4. Menyebarkan anget kepada para pelajar SLTPN, SLTAN yang memakai bahasa prokem dan bahasa trend lainnya dalam berkomunikasi antar remaja.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1       Hasil Penelitian

Pada bab IV ini dilaporkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dari tanggal 20 Maret sampai 23Maret 2011 di SLTPN, SLTAN di Medan dan Sekitarnya, dengan sasaran siswa SLTAN kelasIX-1 – IX-5 dan XIIIPA 1 –XII-IPA 5 semester II tahun pelajaran 2010-2011.

Adapun hasil penelitian di SLTPN, SLTAN di Medan dan Sekitarnya sebagai berikut :

Ø  SLTPN

No IX-1 IX-2 IX-3 IX-4 IX-5 Yang Memakai Bahasa Prokem
1 27

L:17

P:10

30

L:13

P:17

30

L:14

P:16

30

L:20

P:10

35

L:22

P:13

Dari 5 kelas yang di obserpasi didapatlah data sebagai berikut
28 laki-laki dan 11 perempuan

 

Ø  SLTAN

No XII-IPA 1 XII-IPA 2 XII-IPA 3 XII-IPA 4 XII-IPA 5 Memakai Bahasa Prokem
1 30

L:20

P:10

30

L:20

P:10

29

L:19

P:10

35

L:20

P:15

33

L:20

P:13

Dari 5 kelas yang di obserpasi didapatlah data sebagai berikut
19 laki-laki dan 11 perempuan

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa :

1. Siswa SLTPN kelas IX-1, IX-2, IX-3, IX-4, IX-5yang berjumlah 152 siswa terdiri dari 86 murid laki-laki dan 66 murid perempuan. siswa kelas laki-laki yang memakai bahasa prokem / gaul  terdiri atas 28 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan yang memakai bahasa prokem / gaul  dikarenakan :

1. Diajak teman-temannya yang memakai proken supaya gaul.

2. Melihat teman yang memakai prokem.

3. Ingin mengetahui lebih banyak tentang bahasa prokem.

4. Biar dikatakan anak global dan gaul.

2.  Siswa SLTAN kelas XII-IPA1, XII-IPA2, XII-IPA3, XII-IPA4, X-IPA5 yang berjumlah 157 siswa terdiri dari 99 murid laki-laki dan 58 murid perempuan. siswa kelas laki-laki yang memakai bahasa prokem / gaul  terdiri atas 19 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan yang memakai bahasa prokem / gaul  dikarenakan :

1. Diajak teman-temannya yang memakai proken supaya gaul.

2. Melihat teman yang memakai prokem.

3. Ingin mengetahui lebih banyak tentang bahasa prokem.

4. Biar dikatakan anak global dan gaul.

4.3       Keterbatasan Dalam Penelitian

Penulis telah berusaha seoptimal mungkin dalam melakukan penelitian ini, namun demikian ada beberapa keterbatasan yang dirasakan, antara lain :

1. Data yang terkumpul lewat, wawancara dan catatan lapangan sangat terbatas.

2. Para siswa yang menjadi narasumber yang memberi jawaban atas pertanyaan sangat terbatas.

3. Data hasil obserpasi masih terbatas.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan beberapa hal penting sebagai berikut :

1.      Bahasa Indonesia kurang diminati remaja pada zaman sekarang di indonesia baik pelajar maupun bukan pelajar.

2.      Bahasa gaul lebih diminati remaja pada saat ini, dikarenakan bahasa ini unik dan menarik.

3.      Berdasarkan dari ketidakminatan remaja menggunakan bahasa Indonesia:

a.       Bahasa terlalu banyak aturan pemakaian.

b.      Bahasa terlalu sulit diucapkan dalam sehari-hari karena dikalangan jarang   menggunakan bahasa Indonesia yang benar.

c.       Bahasa Indonesia yang benar jarang bahkan tidak sama sekali digunakan dalam sehari-hari terutama acara-acara di televisi. Karena kebanyakan remaja menyontoh bahasa yang digunakan di televisi.

5.2 Saran-Saran

Berdasarkan dari kesimpulan diatas saya ingin menyarankan pendapat saya:

1.          Sebaiknya dikalangan remaja jangan terlalu banyak menyontoh bahasa yang digunakan di televisi.

2.          Sebagai pelajar sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik, sopan, dalam kehidupan sehari-hari baik langsung maupun tidak langsung.

3.          Biasakan kita menggunakan bahasa Indonesia yang baik agar kita terbiasa dalam menggunakannya.

4.          Gunakan nada-nada yang sopan agar penggunaan bahasa Indonesia bisa berjalan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

 

http://wismasastra.wordpress.com/2009/05/25/apa-bahasa-itu-sepuluh-pengertian-bahasa-menurut-para-ahli/

http://dailysocial.net/post/tag/yahoo,Kamis,21,Mei,2009.

http://pbsindonesia.fkipuninus.org/media.php?module=detailartikel&id=9

http://www.kapanlagi.com/takeover.html?http://www.kapanlagi.com/h/old/0000172119.html

http://pbsindonesia.fkip-uninus.org/media.php?module=detailartikel&id=9

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/02/06/18296/bahasa_prokem_dalam_pergaulan_remaja/

http://morfologi.com/?tag=pengertian-bahasa-indonesia

http://indonesiabuku.com/?p=809

 

http://www.weforum.org/en/index.htm, Selasa, 03, Februari, 2009.

http://google-contoh-bahasa-prokem.html