Pusat HAM: 67 Sekolah Menjadi Target Agresi Israel di Jalur Gaza


Gaza – Infopalestina: Sebuah pusat HAM Palestina menegaskan bahwa sedikitnya 67 sekolah, 36 di antaranya milik Badan Bantuan Internasional untuk Palestina (UNRWA) menjadi target serangan agresi Israel selama tiga pekan di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan yang diterima oleh Infopalestina Pusat HAM Al-Mizan kemarin Sabtu (17/1) menegaskan bahwa pasukan Israel melakukan aksi penyerangan secara sistematis dan disengaja terhadap infrastruktu dan pegawai UNRWA. Sejumlah sekolah milik mereka dihancurkan oleh Israel, sejumlah mobil di antaranya yang sedang ditumpangi oleh pegawai UNRWA, Nadlal Al-Wahidi.

Lembaga ini menegaskan, Israel menyerang kantor pusat UNRWA di kota Gaza, gudang penyimpanan makanan yang biasa dibagikan kepada fakir miskin dari pengaungsi, dan sekolah milik lembaga ini di Bertlahia yang sedang digunakan berlindung warga sipil sebanyak 1800 orang yang mencari perlindungan karena rumah mereka dihancurkan Israel.

Lembaga Al-Mizan menegaskn bahwa sekolah khusus laki-laki milik UNRWA di Betlahia digempur Israel secara sengaja. Di antara sekolah yang dihancurkan Israel sebanyak 8 sekolah diserang secara langsung. (bn-bsyr)

Posted by tim blogger at 03:08 0 comments

//
//

Parlemen Kuwait Minta Undang Hamas ke KTT Kuwait

Kuwait – Infopalestina: Anggota Parlemen Kuwait menyerukan agar pemerintah setempat mengundang Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) untuk menghadiri konferensi yang akan digelar di sela-sela KTT Ekonomi Pengembangan Arab untuk membahas perkembangan terkini di Gaza.

Media masa melansir dari aleg Islam Walid Thabathabai menyatakan kemarin Sabtu (17/1) bahwa pihaknya mengharapkan akan delegasi Hamas diundang dalam KTT tersebut sebagai pengawas dalam memberikan saham menyatukan sikap Palestina. Sebab menurutnya, tidak ada gunanya membahas soal Gaza tanpa kehadiran Hamas.

Sementara Naeb Muslim, aleg Kuwait lainnya menegaskan bahwa tidak masuk akal KTT itu membahas masalah Gaza yang tidak ada wakil Hamas. Secara logika, diplomasi dan mencari jalan keberhasilan harus mengundang Hamas dalam KTT itu.

Perlu diingat bahwa pemerintah Arab Saudi dan Mesir menyerukan digelarnya pertemuan pembicaraan di sela-sela KTT Ekonomi Pembangunan Arab yang akan digelar di Kuwait pada 19 – 20 Januari ini untuk membahas situasi di Jalur Gaza. Dalam pertemuan dijadwalkan Mahmod Abbas yang jabatan presidennya sudah berakhir akan menghadiri KTT itu. Hal ini mengundang perdebatan di kalangan politikus dan anggota parlemen Kuwait yang sebagian besar mereka menolak Abbas masuk ke negara mereka. (bn-bsyr)

Posted by tim blogger at 03:07 0 comments

//
//

Jihad Islami: Israel Tak Wujudkan Apa-apa dari Agresi Mereka di Gaza


Gaza – Infopalestina: Faksi-faksi perlawanan Palestina sepakat menyatakan bahwa keputusan PM Israel menghentikan perang tidak mereka pedulikan. Sebab Israel sudah gagal mewujudkan targetnya dalam menghabisi perlawanan.

Gerakan Jihad Islami di Palestina menegaskan bahwa perlawanan Palestina akan terus melanjutkan operasi perlawanan membela rakyat Palestina, menghadang pasukan Israel sampai blokade terhadap Jalur Gaza dihentikan, semua perlintasan Jalur Gaza dibuka dan aksi permusuhan Israel berupa agresi darat, laut dan udara dihentikan seutuhnya. Syekh Hidlr Habib, pimpinan Jihad Islami menegaskan bahwa keputusan Israel menghentikan agresi tidak dipedulikan oleh gerakannya. Sebab itu keputusan sepihak. Jihad Islami sendiri sudah yakin dengan pilihannya melakukan perlawanan hingga Israel berhenti menyerang dan cita-cita rakyat Palestina tercapai yakni membebaskan blokade dan membuka perlintasan.

Syaikh Habib menganggap pernyataan PM Israel Ehud Olmert soal operasi militer Israel di Jalur Gaza sebagai tidak berguna. Sebab Israel tidak berhasil mewujudkan apapun dalam operasi darat di Jalur Gaza kecuali hanya membunuh anak-anak dan wanita. (bn-bsyr)

Posted by tim blogger at 03:05 0 comments

Israel Akui 13 Serdadunya Tewas dalam Pertempuran dengan Al-Qassam Kemarin


Nasherat – Infopalestina: Pihak pasukan Israel mengakui kemarin Sabtu (17/1) berdasarkan pernyataan resmi jubir militer Israel bahwa sejumlah pasukan mereka mengalami luka-luka dalam pertempuran dengan Batalion Izzudin Al-Qassam. Jumlahnya adalah 13 orang, dua di antaranya komandan dan tiga lainnya dalam kondisi luka berat.

Sebelumnya serdadu Israel mengakui pagi kemarin Sabtu mengakui bahwa lima serdadu mereka mengalami luka-luka, dua di antaranya dalam keadaan parah setelah mengalami serangan dari roket anti tank ke arah Israel. Sehingga jumlah luka-luka di kalangan Israel hingga selama dua hari sudah mencapai sembilan orang.

Di siang harinya, pasukan Israel mengakui dua komandan dan dua serdadunya mengalami luka parah dalam pertempuran melawan batalion Izzudin Al-Qassam di Jalur Gaza. Radio Israel menegaskan, dua komandan dan dua serdadunya mengalami luka-luka parah akibat serangan roket Hawn pada pagi hari di utara Jalur Gaza.

Sehingga total korban luka di pihak serdadu Israel – seperti pengakuan resmi mereka – sejak perang darat dimulai 3 Januari lalu mencapai 207 serdadu dan 10 serdadu tewas, ditambah 4 warga Israel tewas dan 1000 luka-luka oleh serangan roket Grade dan Al-Qassam ke wilayah permukiman Israel. (bn-bsyr)

Posted by tim blogger at 03:04 0 comments

Politik Kuwait: Kami Tidak Tertarik Mengundang Abbas ke Sini


Kuwait – Infopalestina: Sumber media menyebutkan bahwa pemerintah Kuwait tetap diam menanggapi pernyataan bersama sejumlah kekuatan politik di parlemen Kuwait dan meminta kepada mereka agar tidak mengundang Mahmod Abbas yang masa jabatannya sudah berakhir dalam KTT ekonimi Arab di Kuwait. Mereka menyebut bahwa Abbas adalah penghianat dan melakukan konspirasi jahat terhadap rakyat Palestina.

Sumber media di Kuwait menyebutkan, mereka meminta kepada pemerintah setempat untuk tidak mengundan Mahmod Abbas dalam momen apapun dan menganggapnya sebagai orang yang tidak menarik karena penghianatannya dan konspirasi terhadap rakyatnya sendiri.

Sumber menyebutkan bahwa pernyataan yang ditandatangani oleh masing-masing Gerakan Konstitusi (Ikhwanul Muslimin), Koalisi Nasional Islam (Syiah), Komunitas Islam Salafi, Fraksi Buruh Rakyat, dan lain-lain mereka menyatakan, “Abbas, tidak ada selamat datang di Kuwait,”. Namun pihak pemerintah Kuwait masih diam dan menanggapi permintaah ini dengan alasan karena Kuwait adalah negara yang mengundang KTT dan organisasi yang mengundang adalah Liga Arab.

Publik Kuwait sendiri menyaksikan sejumlah gelombang unjuk rasa dan simpati terhadap rakyat Palestina di Gaza yang mengalami genosida dari Israel di pekan keempat. (bn-bsyr)

Posted by tim blogger at 03:03 0 comments

Shalkh : Dunia Tak Berdaya Hadapi Arogansi Zionis

Doha-Infopalestina : Sekjen Jihad Islam, Ridhwan Abdullah Shallah di Doha Sabtu (17/1) menegaskan kegagalan militer Zionis dalam merealisasikan tujuan-tujuanya dalam perang ke Gaza.

Shallah mengatakan hal tersebut menanggapi pidato Olmert yang mengumumkan gencatan senjata sepihaknya kemarin. Ia mengatakan, Olmert telah gagal dalam merealisasikan tujuanya untuk merubah kondisi jalur Gaza dengan menghabisi gerakan Hamas. “Kami dari Jihad Islam, walaupun kami tidak ikut dalam pemerintahan Hamas, namun kami akui bahwa Hamas adalah pemerintahan resmi Palestina yang dipilih melalui pemilu. Israel juga telah gagal dalam menghentikan tembakan roket perlawanan. Bahkan roket-reoket perlawanan mengempur sejumlah wilayah Israel beberapa saat sebelum dan seudah pidato Olmert,” ungkap Shalah.

Shallah menganggap pengumuman Olmert untuk menghentikan seranganya secara sepihak sebagai jawaban atas tuntutan Presiden Mesir, Husni Mubarak merupakan bentuk pelecehan terhadap Mesir. Pernyataan Olmert ini menunjukan bahwa Mesir, sejak awal sanggup menghentikan kejahatan Israel. Masalahnya kenapa ia tidak bergerak sejak awal ?. kenapa ia baru ngomong setelah 22 hari penyerangan.

Shallah menambahkan, dunia lemah menghadapi arogansi Israel akan tetapi perlawanan mampu meningkatkan perjuanganya dan menolak tunduk pada persyaratan Olmert.

Ia mengingatkan, hadirnya pasukan Israel di Gaza setelah pengumuman ini akan menjadi target serangan perlawanan yang setiap hari hingga mereka keluar dari Gaza. (asy)

Posted by tim blogger at 03:02 0 comments

Hamas Takkan Terima Hadirnya Satu Serdadu Pun di Gaza

Gaza-Infopalestina : Gerakan Perlawanan Hamas secara terang-terangan menegaskan, tidak akan menerima hadirnya satu serdadu Zionis pun di Gaza, walau apapun tebusanya. Pernyataan ini terkait niat Israel yang akan melakukan gencatan senjata sepihak.

Juru Bicara Hamas, Fauzi Barhum dalam pernyataanya Sabtu (17/1) mengatakan, Israel seharusnya menghentikan kejahatanya dan menarik diri dari Jalur Gaza disamping mencabut blockade dan membuka seluruh perlintasan. Maka kami tidak akan menerima hadirnya satu serdadupun di Gaza, walau apapun tebusannya. Hamas akan tetap dalam pendirianya melakukan perlawanan.

Barhum menganggap, usulan Zionis yang akan menghentikan seranganya secara sepihak menegaskan bahwa perang berasal dari satu arah dan sasaranya juga sama, yaitu rakyat Palestina. Berarti perang ini tidak ada kaitanya dengan roket-roket maupun dengan keberadaan Hamas dan persatuan nasional. Serangan ini hanyakan bentuk penghamburan atas darah anak-anal dan wanita demi memenangkan pemilu Israel.

Juru Bicara Hamas ini kemudian menjelaskan, memorandum kesepahaman Amerika dan Israel adalah bagian dari aneksasi mereka terhadap Negara-negara Arab dengan alasan menghentikan persenjataan perlawanan. Ini adalah tipuan baru mereka untuk memblokade Gaza untuk memantau laut Gaza dan Laut Merah serta tekanan terhadap rakyat Palestina. Ditambah dengan memata-matai Mesir dan Palestina.

Barhum mengatakan, “Kami paham perang ini dilakukan untuk menciptakan iklim baru yang lebih menyakitkan dan menambah penderitaan bagi rakyat Gaza. Mereka berupaya menciptakan kondisi baru berupa pembunuhan dan pelarangan terhadap rakyat Gaza dengan dalih pengamanan. Mereka akan mengisolasi Gaza dari warganya kemudian menerapkan soluasi politik yang zalim terhadap Gaza dan menguntungkan Israel.

Barhum menambahkan, “Kami anggap apa yang dilakukan Livni maupun Rice bukti otentik tentang target kejahatan mereka dalam aspek pengamanan dan militer. Maka kita katakan, apa yang diterapkan pada kami berupa blockade dan kehancuran tidak akan membuat kami menerima usulan Zionis tersebut. Kami tidak akan menerima sidikitpun kejahatan yang dilakukan Israel, hingga mereka hengkang dari wilayah Gaza dan mencabut blokadenya. Kami juga menolak melepaskan senjata-senjata kami. Kami akan tetap melindungi kepentingan kami. Segala upaya untuk mengekang perlawanan akan berakhir sia-sia perlawanan akan terus ada selama penajajahan dan hak-hak kami tergadai. Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil alih hak ini. Hamas menyatakan, pihaknya tidak akan berhenti memperjuangakan hak-hak Palestina dengan semua pihak ataupun inisiatif dalam rangka menghentikan penderitaaan rakyat dan tercapainya tujuan-tujuan kami, berupa penghentian kejahatan Israel dan penarikan penjajahan serta pembukaan perlintasan. (asy)