july 09-07-2010

Melihat beberapa Negara mempunyai rencana untuk memperbaiki moda transportasi kereta, Kereta Api Indonesia beberapa bulan yang lalu malah menjadi bahan pemberitaan utama karena kecelakaan kereta. Kalo membaca beberapa artikel mengenai transportasi kereta diluar negeri ada sebuah keinginan untuk bisa merasakannya di Indonesia, tetapi kapan ?? 20 tahun atau 50 tahun lagi ??

Negara-negara yang mempunyai jawatan kereta yang baik akan memberikan pelayanan maskimal kepada pelanggannya. Kecepatan menjadi fasilitas yang utama, untuk ACELA EXPRESS yang baru beroperasi tahun 2000 di New York memberikan servis kecepatan kereta mencapai 241 km/jam, hingga menjadikannya sebagai sarana moda transportasi efektif untuk New York dengan kota-kota sekitarnya seperti Boston dan Washington. Pengguna kereta pada daerah tersebut cukup besar dibandingkan pada pesawat karena untuk penerbangan kota-kota besar yang berdekatan sudah cukup sibuk untuk wilayah bandara hingga menjadikan airline tidak mendapat keuntungan cukup besar, disamping itu kereta ini memberikan pelayanan 34 TV Kabel yang bisa dinikmati selama perjalanan.

Untuk urusan kecepatan Acela Express memang tidak sehebat TGV di Perancis, mulai beroperasi pada tahun 1981 dengan perjalanan pertama antara paris – lyon hanya ditempuh 2 jam perjalanan, kecepatan maksimal yang menjadi rekor dunia diperoleh pada Mei 1990 dengan kecepatan 515 km/jam, tetapi untuk operasi normal hanya dengan kecepatan 299 km/jam.

Beberapa Negara bertetangga di Eropa juga bekerja sama dalam jasa kereta api tidak terkecuali antara Inggris dan Perancis yang sebenarnya dipisahkan oleh lautan. Untuk menghubungkan kedua Negara itu dibuatlah Channel Tunnels yang mempunyai panjang 50 km dengan waktu pembuatan 8 tahun (1986-1994) dan biaya 13.5 milyar dolar, dari semua itu menjadikan perjalanan yang dibutuhkan hanyalah 3 jam lebih cepat 2 jam dari saat sebelum adanya terowongan tersebut. Kereta yang menghubungkan 2 negara ini adalah EURO STAR, dimana kecepatan yang dioperasikan adalah 199 km/jam dan merupakan kereta terpanjang didunia karena terdiri dari 18 gerbong dengan panjang 402 meter.

Inggris sebagai salah satu Negara yang tetap mempertahankan tradisi, turut melakukan perbaikan transportasi keretanya, berbeda dengan kereta express lainnya yang membutuhkan rel lurus, kereta api di Inggris yang dikenal dengan PENDOLINO masih menggunakan rel Victorian yang mempunyai tikungan cukup besar. Salah satu kelebihan itu karena adanya kemampuan kereta untuk bisa miring sekitar 6 derajat, apabila dikombinasikan dengan tikungan 36 derajat maka akan mirirng 12 derajat, walaupun kereta ini miring tetapi penumpang didalamnya tidak akan merasakannya karena kereta didesain dengan peredam kemiringan.

Untuk wilayah Asia yang terkenal adalah Shinkansen (bullet train), Kereta Api Express ini digunakan pertama kali di Jepang pada Oktober 1964 dengan panjang rel 482 km. Saat ini kereta ini mampu mengangkut 6000 orang perjam dengan kecepatan 161 km/jam. Jepang yang terkenal akan gempa, menjadikan sistem relnya harus selalu dipastikan dalam keadaan baik, untuk perawatan rel tiap 10 hari digunakan kereta khusus yang sering disebut “doctor yellow” guna memeriksa keadaan rel dan kerusakan elektronik melalui peralatan elektronik yang disambungkan kekereta dengan kecepatan doctor yellow sendiri 273.5 km/jam.

Hampir semua kereta api Express mempunyai tingkat keselamatan yang sangat tinggi, tetapi ada satu kecelakaan kereta api express ICE yang terjadi di Jerman pada 6 juni 1998 dengan korban 101 orang, kecelakaan ini disebabkan oleh roda bagian depan kereta rusak. Akan tetapi sekarang ICE menjadi salah satu kereta dengan tingkat keamanan yang baik.

MAGNETIC LEVITATION

Pengembangan kereta terus berlanjut tercatat dua Negara besar mengembangkan teknologi Magnetic Levitation atau MAGLEV yakni Jepang dan Jerman, inti perbedaan teknologi ini adalah digantikannya roda dan rel dengan elekromagnetik sehingga kereta akan melayang 4 inchi diatas rel dan tidak mengalami gesekan. Pergerakan kereta terjadi karena sederetan elektromagnetik yang terus mati dan menyala secara cepat sepanjang jalannya kereta. Akan tetapi untuk menggerakan kereta ini pertama kali membutuhkan roda hingga mencapai kecepatan tertentu. Walaupun lebih bersahabat terhadap alam karena kebisingannya yang rendah ternyata teknologi ini cukup rumit dan mahal, untuk pindah jalur saja seluruh rel harus digerakkan. Pada tahun 1997 di Jepang telah dicoba untuk menghubungkan Tokyo dengan Kofu dengan kecepatan maksimal yang pernah dicapai 552 km/jam, untuk penurunan penumpang digunakan pintu seperti pintu pesawat.

HARAPAN

Untuk di Indonesia sepertinya cukup pantas untuk berharap bisa menikmati kereta api Express yang aman beberapa puluh tahun lagi karena Negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura akan bekerja sama mewujudkan kereta api Express demikian pula dengan Vietnam yang mempunyai rencana sebagian besar wilayahnya akan dilewati kereta api express pada tahun 2015 dengan biaya 30.86 Milyar dolar.

Sumber : Pioneer –TLC dan Wikipedia Encyclopedia